Blog

Mewujudkan Perusahaan sebagai Rumah Kedua

Kerja keras, kepercayaan diri, dan ketangguhan merupakan tiga kata kunci yang menjadi resep keberhasilan Yani Panigoro sehingga ia mampu menjadi salah satu pemimpin yang cukup disegani. Tiga hal tersebut juga selalu ia tekankan kepada anak buahnya. Upayanya untuk selalu memberi semangat dan mendidik karyawannya tidak lepas dari keyakinannya bahwa sumber daya manusia merupakan aset terpenting dari perusahaan. Selain itu, ia percaya bahwa dua hingga tiga dekade yang akan datang Medco akan berada di tangan para penerusnya.

Melihat pentingnya peran generasi penerus dalam upaya keberlanjutan roda bisnis Medco membuat Yani selalu berupaya untuk membangun kedekatan dengan para anak buahnya. Upaya membangun kedekatan dengan para karyawan di Medco tak hanya ia wujudkan melalui hal-hal yang formal, seperti memberikan arahan dalam proyek ataupun memberikan kesempatan berdiskusi dalam sebuah rapat. Lebih dari itu, ia berusaha untuk membuat kantor sebagai rumah kedua bagi seluruh karyawannya.

Layaknya sebuah rumah yang dihuni oleh sebuah keluarga, begitu pula di kantor, Yani berharap bahwa hubungan yang terjalin antara karyawan maupun anak buah dengan atasan dapat terjalin akrab, penuh keterbukaan dan saling mendukung satu sama lain. Untuk mewujudkan suasana keakraban, ia berupaya untuk mengingat nama-nama dari para karyawannya. Bahkan tidak jarang, Yani menyapa karyawannya dengan memanggil nama mereka. Tak hanya itu, ia pun juga berusaha memberikan perhatian melalui hal-hal yang sederhana, seperti memberikan ucapan selamat dan juga hadiah kepada mereka yang berulang tahun. Dalam momen-momen khusus, seperti hari raya idul fitri ataupun peringatan tahun baru, Yani seringkali berinisiatif mengajak para karyawannya untuk santap siang bersama.

Sebagai atasan, Yani berusaha keras menjunjung tinggi nilai-nilai penuh keterbukaan. Untuk hal yang satu ini,Yani terbiasa berkata jujur kepada anak buahnya jika mereka berbuat kesalahan. Bahkan, tak jarang ia juga melontarkan teguran keras. Meski demikian, Yani selalu mengatakan bahwa teguran tersebut merupakan tanda bahwa ia peduli dan sayang terhadap anak buahnya, layaknya orang tua yang menegur anaknya. Tak hanya memberi teguran, Yani juga akan memberi pujian jika anak buahnya mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

Harus diakui bahwa Yani memang memiliki kepedulian khusus terhadap karyawan perempuan. Sebagai perempuan yang pernah menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga sekaligus perempuan karir, ia sangat mengerti dengan tantangan yang dimiliki oleh para karyawan perempuannya. Untuk itu, ia berinisiatif untuk memberikan fasilitas day care dengan harapan bahwa para karyawannya yang memiliki anak balita dapat menitipkan anaknya.

Banyak strategi yang telah Yani upayakan bersama jajaran direksi untuk mampu membuat kantor memiliki suasana kekeluargaan layaknya rumah. Mulai dari penyediaan fasilitas umum di kantor, seperti restoran, bank, salon dan toko obat, hingga kesempatan untuk outing bersama sebagai upaya menjalin keakraban antar pegawai. Meski demikian, Yani percaya bahwa perhatian atasan kepada bawahan melalui hal-hal yang sederhana, seperti menyapa, memberikan dukungan dan juga kesempatan untuk menyampaikan pendapat jauh lebih efektif dalam membuat karyawan merasa dekat dengan atasannya. Dengan adanya kedekatan antara atasan dan karyawan, maka nilai-nilai perusahaan akan jauh lebih mudah diturunkan ke generasi selanjutnya.


Share   : 

Leave us your thought

(start with http://)